Thursday, January 19, 2006

Roti dan Lapis Surabaya

Gimana cara bikin roti biar empuk..?? Gimana bikin lapis surabaya yang empuk dan padat..??? Just Call Me or Email Me…!! :) Ga dehhh.. cukup baca uraian di bawah ini aja koq… :)

Roti dan cake yang empuk dipengaruhi oleh banyak hal.

Untuk konsumsi sendiri, biasanya kita bisa menggunakan resep dengan banyak kuning telur. Atau menambahkan susu bubuk/cair ke dalam resep.

Roti yang empuk yang pernah saya buat, menggunakan 4 buah kuning telur untuk setiap 500 gram terigu yang digunakan. Dan Lapis Surabaya yang empuk dan padat, dianjurkan untuk menggunakan banyak kuning telur, mengurangi putih telur dan menghilangkan pemakaian emulsifier. Kelemahannya, hasil jadi penganan tidak akan bisa bertahan lebih dari 3 - 4 hari.

Akan tetapi, akan lain ceritanya jika kita membuat roti atau cake untuk diperjualbelikan.

Ada teknik tertentu yang digunakan para pengusaha cake dan roti untuk membuat produk mereka tetap lembut, empuk dan tahan lama yaitu dengan penambahan bahan kimia.

Untuk membuat roti yang empuk tanpa menggunakan begitu banyak kuning telur, anda bisa menambahkan bread improver. Dan untuk hasil jadi cake yang padat tapi lembut, bisa ditambahkan sedikit emulsifier.

Yang perlu diingat, penambahan emulsifier yang berlebih bisa mengakibatkan cake terlalu beremah, berlubang2 besar, dsb.

Lantas, emulsifier itu sendiri apa..?? Dia adalah bahan kimia berbentuk pasta yang digunakan sebagai campuran bahan dasar cake agar hasil akhir cake bertekstur lembut, spongy (berongga2 halus) dan empuk.

Sementara bread improver adalah bahan kimia berbentuk tepung yang fungsinya hampir mirip dengan emulsifier. Hanya saja dia digunakan untuk pembuatan roti.

Posted by speciola in 07:51:15 | Permalink | Comments (5)

Tuesday, August 23, 2005

Tips Merawat Oven

Oven yang baik adalah oven yang terawat. Lalu bagaimana cara merawat oven supaya tetap bisa menemani pemiliknya terus berkarya..??

Teknis perawatan oven, baik oven gas, tangkring atau listrik, pada dasarnya hampir sama. Berikut beberapa step yang mungkin bisa diikuti:

  • Bersihkan bagian dalam oven dengan lap basah yang bersih. Terutama di bagian belakang kaca oven. Kalau memang perlu, gunakan sabun cair, lalu bersihkan sisa sabun dengan lap basah. Setelah itu, lap lagi dengan lap kering.
  • Rak juga harus dibersihkan. Keluarkan rak dari oven. Lalu cuci bersih dengan sabun. Bersihkan juga “kerak” yang menempel (jika ada). Yang perlu diperhatikan, jangan gunakan benda tajam untuk membersihkan rak atau pun oven. Lap hingga kering lalu pasang lagi ke oven.
Posted by speciola in 05:39:16 | Permalink | Comments (2)

Monday, August 22, 2005

Formalin

Formalin adalah sejenis bahan kimia yang biasa digunakan untuk “mengawetkan mayat”. Sayangnya, banyak oknum tidak bertanggung jawab yang menggunakannya untuk pengawet makanan. Bahaya ga sih formalin ini jika dikonsumsi..???

Formalin adalah nama dagang larutan formaldehid dalam air dengan kadar 30-40 persen. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam bentuk sudah diencerkan, yaitu dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20 dan 10 persen serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5 gram.

Formalin merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika kandungannya dalam tubuh tinggi, akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat di dalam sel sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel yang menyebabkan keracunan pada tubuh.

Selain itu, kandungan formalin yang tinggi dalam tubuh juga menyebabkan iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan bersifat mutagen (menyebabkan perubahan fungsi sel/jaringan), serta orang yang mengonsumsinya akan muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan kematian yang disebabkan adanya kegagalan peredaran darah.

Formalin bila menguap di udara, berupa gas yang tidak berwarna, dengan bau yang tajam menyesakkan, sehingga merangsang hidung, tenggorokan, dan mata.

Source: Uci - milis WRM

Posted by speciola in 03:49:48 | Permalink | No Comments »

Tips memilih tahu

Tahu adalah salah satu jenis makanan sehat yang digemari oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Lalu bagaimana cara memilih tahu yang baik untuk dikonsumsi?

Tahu yang mengandung formalin dapat ditandai dengan :

  • Semakin tinggi kandungan formalin, maka tercium bau obat yang semakin menyengat; sedangkan tahu tidak berformalin akan tercium bau protein kedelai yang khas.
  • Tahu yang berformalin mempunyai sifat membal (jika ditekan terasa sangat kenyal), sedangkan tahu tak berformalin jika ditekan akan hancur.
  • Tahu berformalin akan tahan lama, sedangkan yang tak berformalin paling hanya tahan satu dua hari.
  • Tahu yang memakai pewarna buatan dapat ditandai dengan cara melihat penampakannya. Jika tahu memakai pewarna buatan, warnanya sangat homogen/seragam dan penampakan mengilap. Sedangkan jika memakai pewarna kunyit, warnanya cenderung lebih buram (tidak cerah). Jika kita potong tahunya, maka akan kelihatan bagian dalamnya warnanya tidak homogen/seragam. Bahkan, ada sebagian masih berwarna putih.

Source: Uci - milis WRM

Posted by speciola in 02:19:39 | Permalink | No Comments »

Wednesday, August 10, 2005

Mengukus Cake

Banyak orang bertanya-tanya tentang cara mengukus cake yang benar untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Duh, jujur saja saya bingung menjawabnya. Tapi, saya berusaha membuat beberapa kesimpulan yang sedianya bisa berguna untuk semua… Seperti yang pernah disampaikan oleh salah satu sahabat saya, “karena kita semua punya cita-cita masuk surga…” :)

1. Pastikan air kukusan sudah mendidih dan menghasilkan banyak uap.

2. Lapisi tutup dandang dengan serbet, meskipun dandangnya sudah punya saluran untuk mengeluarkan uap air berlebih.

3. Ketika loyang dimasukkan ke dandang/kukusan, gunakan api sedang. Api besar ternyata berpengaruh terhadap hasil akhir dari cake kukus lhooo. Yang penting, apinya sudah cukup untuk mempertahankan air kukusan tetep mendidih dan menghasilkan uap yang cukup banyak.

4. Lapisi loyang dengan kertas roti atau parchment paper.

5. Khusus untuk bolkus dan muffin, gunakan api besar.

6. Jika mengukus cake dengan cara berlapis, tiap lapisan cukup dikukus selama 5 s/d 10 menit sebelum memasukkan lapisan berikutnya. Setelah adonan habis, selesaikan dengan mengukusnya selama 15 s/d 20 menit.

7. Sedangkan jika seluruh adonan dikukus sekaligus, 40 menit adalah waktu yang cukup untuk mengukusnya.

Posted by speciola in 02:38:46 | Permalink | No Comments »

Friday, July 15, 2005

Sejarah dalam Selembar Crepe

Dalam lembaran tipis crepe bisa diisi apa saja. Kuncinya adalah kesederhanaan. Alkisah seorang perempuan memasak sepanci bubur. Sebagian buburnya tumpah di atas batu di dalam tungku. Tak dinyana, tumpahan bubur itu matang lebih cepat, mudah digulung, dan lezat pula! Sebagian orang percaya ketidaksengajaan itu awal dari kelahiran crepe ribuan tahun silam. Crepe adalah kue tipis yang bisa diisi apa pun di dalamnya, lalu dilipat. Orang Indonesia menyebutnya dadar.

Crepe tradisional lembut dan tipis. Apa pun isinya, crepe yang nikmat adalah yang sederhana. Itu kuncinya. Ada dua jenis crepe. Yang asin, disebut galette, terdiri atas campuran dasar, terigu, buckwheat (sejenis gandum), telur, dan susu. Galette biasanya dimakan sebagai makanan pembuka. Sementara crepe manis, terbuat dari terigu, telur, susu, dan gula, disajikan untuk makanan penutup.

Amat kuno

Bila dirunut dari sejarahnya, usia crepe sudah amat tua. Sudah selama 9.000 tahun orang menyantap crepe dalam beragam bentuknya. Dari mana asal crepe? Banyak wilayah di Eropa bisa mengklaim sebagai tempat kelahiran kue yang bisa dibuat dari tepung beras, gandum, jagung, dan sebagainya ini.

Sebuah teks dari Celtic, Irlandia, menunjukkan kebiasaan menyantap crepe pada acara ‘Mardi Gras’. Pada akhir abad ke-18 Universal Dictionary menggambarkan crepe sebagai sejenis pembuatan pastry, dikenal di kawasan Celtic.

Tapi, sejarah kuliner menunjukkan resep crepe yang pertama ditemukan di Prancis pada tahun 1390 dalam buku Manger de Paris (Makanan yang berasal dari Paris). Sang penulis menjelaskan cara membuat crespes dengan terigu, telur, air, garam, dan anggur. Crepe ini dimasak pada campuran lemak dan mentega, dan ditaburi gula bubuk sebelum dihidangkan.

Resep kuno itu tidak menunjukkan resep crepe dari buckwheat. Maklumlah, tanaman ini berasal dari Asia, dan belum sampai ke Eropa sampai abad ke-15. Begitu sampai di Bretagne pada abad ke-16, buckwheat tumbuh subur di tanah dengan kandungan asam di kawasan ini.

Galette, crepe asin pun menjadi sangat populer di Bretagne. Cara membuatnya amat sederhana. Hanya bubur yang dituangkan menjadi lapisan tipis, dijemur di luar sampai kering. Crepe pun menjadi makanan andalan di masa paceklik. Pada akhir abad ke-19, roti mulai menggantikan kedudukan crepe sebagai makanan pokok. Meski begitu, “Crepe amat terkenal dari Bretagne, kawasan Barat Prancis,” kata Sylvain Julien, general manager Hotel Gran Mahakam, Jakarta dalam acara promosi makanan bertema ‘Crepes Lover’ dari restoran Le Gran Cafe di hotel itu.

Di Bretagne, pantai Barat Prancis, crepe dinikmati setiap waktu, sarapan, makan siang, makan malam, atau makanan ringan. Creperies, restoran khusus membuat crepe, mulai ada sejak awal abad ke-20. Dengan meningkatnya pariwisata, crepe menjadi populer di seluruh penjuru Prancis, dan menjadi terkenal sebagai salah satu simbol dunia kuliner Prancis.

Lembut dan ‘kres’

“Membuat crepe itu gampang-gampang susah,” kata Chef de Cuisine Hotel Gran Mahakam, Mada Dicky Serang. Bahan-bahan dasarnya mudah dicari. Telur, tepung, mentega, dan susu. Masalahnya adalah mengatur keenceran dan kehalusan adonan agar tidak bergumpal. Agar adonan crepe tidak bergumpal, Dicky menyarankan agar mengocok bahan cair lebih dahulu. Dimulai dari mengocok telur hingga berbusa, gula, susu, dan yang terakhir barulah tepung. “Kalau tak yakin tidak bergumpal, saring dulu adonannya,” tambahnya.

Di creperies, orang memasak crepe di billig, sejenis wajan datar. Lalu, adonan diratakan dengan alat yang disebut rozelle, dan dibalik dengan spanelle. “Tapi, untuk rumahan cukup dengan wajan,” kata Dicky.

Ia bersama senior sous chef Soekino memamerkan cara memasak crepe dengan mudah di pan fry, wajan ceper bertangkai. Crepe yang enak dan bagus adalah yang lembut, sedikit kecokelatan, dan crispy. “Agak ‘kres’ kalau digigit,” kata Kino menambahkan. Untuk itu, pada adonan perlu sedikit diberi maizena dan memasaknya sampai adonan kering, lepas dari panci.

Agar hasil crepe prima, Kino mengingatkan, jangan olesi panci dengan terlalu banyak mentega. Sebab, minyak yang terlalu banyak akan membuat adonan tak menempel bagus. Crepe yang matang akan mudah dilepaskan dari panci dan tidak berupa lembaran yang kusut dan mudah sobek. Untuk isi crepe bisa apa pun sesuai selera. Crepe manis, menurut Dicky, misalnya, enak dimakan dengan pisang raja yang ditekan dan dihangatkan dengan mentega. Setelah pisang dimasukkan dalam crepe lalu ditaburi dengan gula tepung.

Crepe bisa disimpan tanpa isi. Caranya, saran Kino, tumpukkan crepe dan masukkan dalam kantong plastik, simpan di dalam kulkas bagian freezer. Beberapa jam sebelum dihidangkan pindahkan ke kulkas bagian bawah (chiller). Lalu, panaskan dengan microwave atau bila menggunakan oven, letakkan dalam tray panaskan sebentar. “Crepe-nya akan seperti baru lagi,” kata Kino. (poy)

Minggu, 30 Januari 2005
© 2005 Hak Cipta oleh Republika Online

Posted by speciola in 03:27:40 | Permalink | Comments (1) »

Thursday, July 14, 2005

Teknik kukus

Teknik kukus merupakan salah satu teknik masak yang banyak dilakukan oleh hampir seluruh suku bangsa di Indonesia. Teknik kukus telah lama dikenal masyarakat Indonesia, jauh sebelum teknik menggoreng dengan minyak.

Mengukus adalah mematangkan bahan pangan menggunakan uap air mendidih dengan suhu ± 100° C, bisa melalui hubungan langsung antara uap dengan makanan dalam wadah pengukus atau hubungan tidak langsung (uap hanya mencapai wadah pengukus di mana makanan tersimpan).

Bahan pangan yang biasa dikukus, antara lain: daging, ikan, telur, umbi-umbian (misalnya kentang, ubi jalar), sayuran, buah-buahan, puding, srikaya, dan jenis adonan roti.

Keuntungan dari teknik mengukus: zat makanan, aroma, dan citarasa tidak berubah; tidak ada tambahan lemak sehingga bahan makanan mempunyai jumlah kalori tetap; ringan dan mudah dicerna; zat-zat gizi yang terkandung dalam bahan makanan tidak larut dalam air perebus dan tekstur makanan tetap terjaga.

Alat pengukus yang umum digunakan di Indonesia antara lain:

1. Kukusan tradisional dari bambu: bentuk kerucut, dimasukkan dalam dandang tembaga atau tembikar, sangat praktis untuk mengukus nasi dan umbi-umbian. Banyak digunakan di daerah Bali dan Jawa Barat

2. Panci riso dari alumunium: terdiri dari 2 wadah, yang satu lebih besar dari yang lain. Yang lebih kecil berlubang-lubang, tempat di mana bahan yang akan dikukus ditempatkan. Wadah yang lebih kecil dimasukkan ke dalam wadah yang lebih besar yang telah diisi air. Alat pengukus ini digunakan untuk mengukus hidangan dalam porsi kecil.

3. Dandang atau langseng dari alumunium: wadah yang dibatasi dengan pembatas berlubang, di mana bagian bawah diisi air, sedangkan bagian atas untuk meletakkan makanan yang dikukus. Dandang ini bisa digunakan untuk mengukus ikan, ayam, daging, roti, atau makanan sejenis lainnya.

4. Klakat: terdiri dari 3 wadah yang sama besar, satu wadah untuk diiisi air, dua wadah dasarnya berlubang disusun di atas wadah berisi air.

Selain jenis pengukus di atas masih banyak jenis pengukus lainnya yang serupa, mungkin hanya beda nama dan bahan, tergantung daerahnya.

sumber: Pepes & Masakan Kukus Nusantara

Posted by speciola in 09:16:56 | Permalink | Comments (1) »

Jenis dan Manfaat Lalapan

MASYARAKAT Sunda senang sekali lalap-lalapan. Banyak jenis sayur disantap mentah dengan teman sambal.

Berikut beberapa jenis lalapan yang sering dikonsumsi, lengkap dengan kandungan gizi dan manfaat lain yang bisa didapat.

1. Kemangi

Daunnya kecil-kecil dengan bau harum sangat khas. Sering dijadikan sebagai bahan lalapan. Pada masyarakat Manado dan Makassar, daun kemangi dijadikan sebagai salah satu bumbu untuk menambah kelezatan olahan ikan.

Kemangi kaya akan kandungan minyak asiri, protein, kalsium, fosfor, besi, dan belerang. Dalam ilmu pengobatan tradisional disebutkan, keharuman kemangi bisa menghilangkan bau badan. Selain itu juga memiliki efek menenangkan serta mengeluarkan gas dari dalam perut. Karena itu, baik dikonsumsi saat susah tidur.

Daun kemangi juga bisa mengurangi diare dan muntah. Membantu menyembuhkan sariawan dan menghilangkan bau napas atau mulut.

2. Labu Siam

Labu siam sering kali diolah dengan santan. Juga dijadikan campuran saat memasak sayur asam. Jika ingin dijadikan lalapan, biasanya direbus atau dikukus sejenak. Kaya kandungan air, protein, lemak, kalsium, fosfor, dan besi.

Labu siam bisa membantu proses penyembuhan gusi berdarah. Caranya, parut labu siam secukupnya, beri dua sendok air matang dan satu sendok madu. Minum tiga kali sehari. Untuk menyembuhkan sariawan, makan sebagai lauk setelah dikukus atau direbus. Jika suka bisa dimakan mentah.

Getah labu siam baik digunakan untuk menghilangkan garis hitam di tumit. Dioleskan di tempat tersebut, biarkan hingga kering setelah itu cuci tumit hingga bersih.

3. Mentimun

Mentimun memiliki kandungan air sampai 90 persen, sehingga efeknya dapat membantu menyiram bakteri di sepanjang usus dan dinding kandung kemih. Sifat diuretik juga membantu meringankan retensi air. Kandungan airnya mampu membantu menghilangkan toksin dan asam urat melalui ginjal. Karena itu, mentimun sangat baik dikonsumsi penderita encok.

Mentimun juga berfungsi sebagai makanan pelangsing yang sempurna, karena memberi efek mengenyangkan. Selain itu, mentimun kaya kalori, vitamin A, B1, B2, C, kalsium, kalium, mangan dan sulfur.

Campuran air dan jus mentimun dapat menurunkan demam dan mendinginkan kulit. Selain itu, baik dikonsumsi oleh penderita darah tinggi. Dengan begitu banyak manfaat, tidak rugi menjadikan mentimun sebagai salah satu jenis lalapan. Bisa dimakan mentah atau direbus dulu sebentar hingga kandungan airnya bertambah banyak.

Jika ingin mengonsumsi mentah, sebaiknya di dua bagian ujung timun dipotong terlebih dahulu, kemudian gosok memutar hingga getah keluar. Dengan demikian saat disantap tidak lagi pahit.

Jangan buang biji mentimun. Sebaiknya dikonsumsi seluruhnya, karena di bagian biji mengandung alkaloid yang bisa membantu menyembuhkan penyakit cacingan, terutama pada anak.

4. Kubis atau kol

Secara garis besar ada dua macam jenis kubis, yaitu merah dan hijau keputihan. Biasa digunakan untuk lalap dan campuran sup ayam. Banyak mengandung vitamin C, kalium dan asam folat.

Kandungan kaliumnya membantu mengatur keseimbangan air dalam tubuh. Banyak yang tidak menyukai bau kubis mentah. Tapi jika tahan mengonsumsi mentah atau dibuat jus, sangat baik untuk membantu mengobati nyeri tenggorokan dan sariawan. Tapi sebaiknya dikonsumsi tidak berlebih, karena bisa menimbulkan gas dalam perut.

5. Selada

Diduga berasal dari Asia Barat, kemudian menyebar ke seluruh dunia. Jepang, Thailand, Taiwan, Amerika Serikat dan Belanda merupakan negara yang memberi perhatian lebih pada budi daya selada.

Biasa dimakan mentah dan dibuat salad. Jenis sayuran ini bisa membantu mengurangi risiko kanker, katarak, stroke, meringankan insomnia dan mengurangi gangguan anemia. (*/M-2).

Copyright © 2003 Media Indonesia

Posted by speciola in 09:14:51 | Permalink | Comments (5)

Merebus Kerang

Untuk mendapatkan kerang rebus yang enak dan tidak amis, ada teknik tersendiri lhooo…

Saat merebus kerang, tambahkan sepotong jahe atau sepotong arang dalam air perebusnya. Celupkan kerang, biarkan beberapa saat, setelah kulit kerang terbuka, angkat segera dan tiriskan.

Odilia Winneke - detikFood © 2004 detikcom

Posted by speciola in 03:28:55 | Permalink | No Comments »

Menyajikan Seafood

Sebaiknya sajikan ikan dan seafood sesegera mungkin setelah matang. Jika disantap dalam keadaan dingin aroma anyir ikan akan terasa tajam, dagingnya liat dan tidak gurih atau renyah lagi.

Odilia Winneke - detikFood © 2004 detikcom

Posted by speciola in 03:27:25 | Permalink | No Comments »